Kamis, 27 November 2014

Sosialisme Dalam Pandangan Islam



Sosialisme Dalam Pandangan Islam
Tantangan dari komunisme lahir dan bertahan hanya karena kesalahan tindakan dalam hubungan-hubungan ekonomi. Keadaan dunia telah penuh dengan penghisapan dan eksploitasi yang tidak terbatas. Selain itu, penindasan manusia oleh manusia tidak terkendalikan lagi sampai kepada meluasnya penderitaan, kepapaan, kekecewaan dan melahirkan api balas dendam dan pemberontakan. Sementara itu, kaum yang lebih beruntung di antara manusia menyembah kekayaan sebagai pengganti Tuhan sehingga ilmu pengetahuan ekonomi itutelah dipisahkan dari moral dan pertinmbangan-pertimbangan yang lebih mulia.
Jawaban Islam pada komunisme dapat di lukiskan pada dua perspektif :
1.      Islam tampil sebagai penghubung ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spritual. Islam tidak percaya bahwa kekacauan-kekacauan ekonomi berhasil di selesaikan dengan baik tanpa menjinakkan kekejaman manusia, yaitu tanpa membawa perbaikan umum lapangan moral dan spritual. Islam berpendirian bahwa ekonomiharuslah di tuntun dengan dasar-dasar moral yang di dasarkan atas kebenaran-kebenaran spritual yang tertinggi.
2.      Islam menganggap kemiskinan sebagai suatu cacat yang pasti, yaitu “kemiskinan adalah pengantar kepada kekufuran” itulah mengapa islam mengarahkan seluruh tenaga spritual dan moral kedalam lapangan ekonomi, dengan maksud untuk membasmi penderitaan-penderitaan ekonomi manusia melalui distribusi kekayaan seluas mungkin. Al Qur’an meletakkan prinsif “....Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu...” (QS Al-Hasyr:7)
Jadi kekayaan haruslah beredar di seluruh bagian politik islam, sebagaimana darah yang beredar di seluruh tubuh manusia. Sejumlah kekayaan dari anggota-anggota hartawan di tarik ke pusat dan kemudian di kirimkan kepada bagian-bagian yang membutuhkannya. Karen itu, kewajiban berzakat tidak hanya merupakan penyamaan atau pemerataan, tetapi juga merupakan alat untuk mengangkat derajat manusia ke taraf  hidup yang lebih baik. Inilah prinsif dan seluruh struktur ekonomi yang di bangun di atasnya dapat di anggap sanggup memberikan jawaban terhadap tantangan komunisme dalam lapangan sosial. Tentu saja, prinsif ini harus di praktekkan dalam pandangan spritual dan moral Islam.
Mengenai Sosialisme, menurut pandangan Islam, tentulah tak mungkin di paparkan dalam buku ini. Hal ini membutuhkan pembicaraan tersendiri. Namun, gambarannya dapat di berikan sebagai berikut:
1.      Islam Bukan Kapitalisme
Meskipun Islam mengiyakan hak-hak pribadi dan memberikan kelonggaran berusaha dan berikhtiar kepada tiap orang, islam juga menentang penimbunan kekayaan. Islam dapat mencapai maksud ini dengan banyak cara, di antaranya, yang terpenting sebagai berikut:
a.      Islam membiarkan negara memiliki alat-alat produksi yang vital. Kekayaan alam dalam bidang pertambangan dan sebagainya akan membebaskan masyarakat dari momok-momok raja minyak, bangsawan baja, dan sebagainya.
b.      Islam menentang eksploitasi terhadap manusia dan riba. Islam hanya menganggap Bank berpungsi sebagai media transaksi-transaksi perdagangan
c.      Pada lapangan pertanian, islam tidak menyukai kepemilikan tanah (Tuan Tanah). Cita-citanya adalah menciptakan masyarakat petani-petani pemilik modal sendiri.
d.      Di antara semua sistem undang-undang, undang-undang islam tentang warisan adalah yang paling “Antikapitalis”. Islam mengharuskan pembagian warisan di antara jumlah anggota yang terbesardi atas dasar hubungan kekeluargaan yang paling luas.
e.      Islam mengutuk penimbunan modal. Islam mengenakan pajak secara wajar untuk seluruh modal di atas jumlah tertentu untuk kepentingan Rakyat yang kurang mampu.
2.      Sistem Ekonomi Islam Adalah Sosialis
Pandangan ini di dasarkan pada beberapa alasan, yaitu:
a.      Dari pandangan asasi, islam menganggap kepentingan masyarakat melebihi kepentingan perseorangan
b.      Islam mewajibkan negara untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan hidup yang utama, termasuk kebutuhan-kebutuhan modern, seperti perawatan kesehatan dan pendidikan Cuma-Cuma untuk seluruh warga negara. Dengan tujaun ini, islam memungut pajak jaminan sosial dari semua orang yang mempunyai kekayaan lebih dari jumlah tertentu.
Bersambung....>>>

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Klinik Baca | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top