Sosialisme Dalam Pandangan Islam
Tantangan dari
komunisme lahir dan bertahan hanya karena kesalahan tindakan dalam
hubungan-hubungan ekonomi. Keadaan dunia telah penuh dengan penghisapan dan
eksploitasi yang tidak terbatas. Selain itu, penindasan manusia oleh manusia
tidak terkendalikan lagi sampai kepada meluasnya penderitaan, kepapaan,
kekecewaan dan melahirkan api balas dendam dan pemberontakan. Sementara itu,
kaum yang lebih beruntung di antara manusia menyembah kekayaan sebagai
pengganti Tuhan sehingga ilmu pengetahuan ekonomi itutelah dipisahkan dari
moral dan pertinmbangan-pertimbangan yang lebih mulia.
Jawaban Islam pada
komunisme dapat di lukiskan pada dua perspektif
:
1.
Islam tampil
sebagai penghubung ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spritual. Islam tidak
percaya bahwa kekacauan-kekacauan ekonomi berhasil di selesaikan dengan baik
tanpa menjinakkan kekejaman manusia, yaitu tanpa membawa perbaikan umum
lapangan moral dan spritual. Islam berpendirian bahwa ekonomiharuslah di tuntun
dengan dasar-dasar moral yang di dasarkan atas kebenaran-kebenaran spritual
yang tertinggi.
2.
Islam menganggap
kemiskinan sebagai suatu cacat yang pasti, yaitu “kemiskinan adalah pengantar
kepada kekufuran” itulah mengapa islam mengarahkan seluruh tenaga spritual dan
moral kedalam lapangan ekonomi, dengan maksud untuk membasmi
penderitaan-penderitaan ekonomi manusia melalui distribusi kekayaan seluas
mungkin. Al Qur’an meletakkan prinsif “....Supaya
harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara
kamu...” (QS Al-Hasyr:7)
Jadi kekayaan haruslah
beredar di seluruh bagian politik islam, sebagaimana darah yang beredar di
seluruh tubuh manusia. Sejumlah kekayaan dari anggota-anggota hartawan di tarik
ke pusat dan kemudian di kirimkan kepada bagian-bagian yang membutuhkannya. Karen
itu, kewajiban berzakat tidak hanya merupakan penyamaan atau pemerataan, tetapi
juga merupakan alat untuk mengangkat derajat manusia ke taraf hidup yang lebih baik. Inilah prinsif dan
seluruh struktur ekonomi yang di bangun di atasnya dapat di anggap sanggup
memberikan jawaban terhadap tantangan komunisme dalam lapangan sosial. Tentu saja,
prinsif ini harus di praktekkan dalam pandangan spritual dan moral Islam.
Mengenai Sosialisme,
menurut pandangan Islam, tentulah tak mungkin di paparkan dalam buku ini. Hal ini
membutuhkan pembicaraan tersendiri. Namun, gambarannya dapat di berikan sebagai
berikut:
1.
Islam Bukan Kapitalisme
Meskipun Islam
mengiyakan hak-hak pribadi dan memberikan kelonggaran berusaha dan berikhtiar
kepada tiap orang, islam juga menentang penimbunan kekayaan. Islam dapat
mencapai maksud ini dengan banyak cara, di antaranya, yang terpenting sebagai
berikut:
a.
Islam membiarkan
negara memiliki alat-alat produksi yang vital. Kekayaan alam dalam bidang pertambangan
dan sebagainya akan membebaskan masyarakat dari momok-momok raja minyak,
bangsawan baja, dan sebagainya.
b.
Islam menentang
eksploitasi terhadap manusia dan riba. Islam hanya menganggap Bank berpungsi
sebagai media transaksi-transaksi perdagangan
c.
Pada lapangan
pertanian, islam tidak menyukai kepemilikan tanah (Tuan Tanah). Cita-citanya
adalah menciptakan masyarakat petani-petani pemilik modal sendiri.
d.
Di antara semua
sistem undang-undang, undang-undang islam tentang warisan adalah yang paling “Antikapitalis”.
Islam mengharuskan pembagian warisan di antara jumlah anggota yang terbesardi
atas dasar hubungan kekeluargaan yang paling luas.
e.
Islam mengutuk
penimbunan modal. Islam mengenakan pajak secara wajar untuk seluruh modal di
atas jumlah tertentu untuk kepentingan Rakyat yang kurang mampu.
2.
Sistem Ekonomi Islam Adalah Sosialis
Pandangan ini di
dasarkan pada beberapa alasan, yaitu:
a.
Dari pandangan
asasi, islam menganggap kepentingan masyarakat melebihi kepentingan perseorangan
b.
Islam mewajibkan
negara untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan hidup yang utama, termasuk
kebutuhan-kebutuhan modern, seperti perawatan kesehatan dan pendidikan Cuma-Cuma
untuk seluruh warga negara. Dengan tujaun ini, islam memungut pajak jaminan
sosial dari semua orang yang mempunyai kekayaan lebih dari jumlah tertentu.
Bersambung....>>>

0 komentar:
Posting Komentar